Transformasi digital di dunia pendidikan Indonesia semakin nyata dengan maraknya penggunaan ujian sekolah berbasis cbt atau computer based test. Platform digital seperti PIJAR dari Telkom menjadi garda terdepan dalam mendukung peralihan dari metode konvensional ke asesmen yang lebih modern dan efisien.

Mengenal platform pijar dan Cakupan Penggunaannya

PIJAR adalah platform pendidikan digital yang dikembangkan untuk mendukung berbagai kebutuhan ekosistem pendidikan, mulai dari pembelajaran hingga asesmen. Sepanjang semester I 2026, platform ini telah menjangkau lebih dari 2.000 sekolah di 33 provinsi dengan total lebih dari 718.500 peserta.

Pemanfaatan PIJAR mencakup berbagai agenda penting seperti Try Out Tes Kemampuan Akademik (TKA), Kompetisi Akademik LENTERA 2026, hingga seleksi rekrutmen guru. Semua kegiatan tersebut memanfaatkan sistem Computer Based Test (CBT) yang terintegrasi dengan manajemen sekolah modern.

Dukungan untuk Asesmen dan Ujian Sekolah

Dalam pelaksanaan ujian sekolah berbasis CBT, PIJAR mendukung penyelenggaraan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK), Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ), Penilaian Tengah Semester (PTS), dan Penilaian Akhir Semester (PAS). Layanan ini telah digunakan oleh lebih dari 619.000 siswa dari 900 sekolah untuk 126.000 jadwal ujian.

Selama periode 2 Maret hingga 15 Juni 2026, platform tersebut mengawal pelaksanaan ujian selama total 627 jam dengan capaian zero downtime. Hal ini menunjukkan keandalan teknologi berbasis data dalam mendukung kelancaran kegiatan akademik di berbagai daerah.

Keuntungan Penerapan CBT bagi Sekolah dan Siswa

Penerapan ujian sekolah berbasis CBT memberikan banyak keuntungan dibandingkan metode kertas. Proses asesmen menjadi lebih objektif, efisien, dan transparan karena hasil ujian dapat langsung diolah melalui sistem informasi yang terintegrasi.

Bagi pihak sekolah, sistem ini memudahkan pengelolaan jadwal, pemantauan hasil, dan evaluasi secara real-time. Sementara itu, siswa mendapatkan pengalaman mengerjakan soal dokumen berbasis digital yang lebih interaktif dan sesuai dengan perkembangan zaman.

See also  Evaluasi PAT PAI Kelas 1 Semester 2 (K13): Contoh Soal dan Pembahasan Mendalam
Apa Itu Ujian Berbasis Komputer CBT di Pendidikan Kesetaraan
Apa Itu Ujian Berbasis Komputer CBT di Pendidikan Kesetaraan

Mendukung Seleksi Tenaga Pendidik

Tidak hanya untuk siswa, ujian sekolah berbasis CBT juga digunakan dalam seleksi rekrutmen guru dan tenaga kependidikan. Contohnya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Balikpapan memanfaatkan PIJAR untuk seleksi Pegawai Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) dalam dua gelombang.

Penggunaan sistem CBT dalam rekrutmen membantu menghadirkan proses seleksi yang lebih efisien dan objektif. Hal ini sejalan dengan upaya penguatan kualitas sumber daya manusia melalui penerapan teknologi di sektor pendidikan.

Kolaborasi dan Dampak untuk Pendidikan Nasional

Keberhasilan implementasi ujian sekolah berbasis CBT tidak lepas dari kolaborasi antara Telkom, pemerintah daerah, dan dinas pendidikan. Direktur IT Digital Telkom, Faizal Rochmad Djoemadi, menegaskan bahwa teknologi harus mampu menciptakan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan.

Sebagai contoh, Try Out TKA yang diselenggarakan bersama Dinas Pendidikan Kabupaten Karawang dan Boalemo diikuti oleh lebih dari 91.000 siswa. Kompetisi Akademik LENTERA 2026 di Kota Semarang juga memanfaatkan CBT untuk memastikan proses kompetisi yang adil dan transparan.

Inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen Danantara Indonesia dalam memperkuat fondasi pengembangan talenta nasional. Dengan terus berinovasi, diharapkan ekosistem pendidikan digital dapat menjangkau lebih banyak sekolah dan peserta di seluruh Indonesia.

Kesimpulan

Ujian sekolah berbasis CBT telah terbukti menjadi solusi efektif dalam meningkatkan kualitas asesmen pendidikan di Indonesia. Dukungan platform seperti PIJAR menunjukkan bahwa transformasi digital mampu memberikan dampak positif yang signifikan bagi seluruh pemangku kepentingan.

Ke depan, perluasan pemanfaatan teknologi ini akan terus didorong agar semakin banyak sekolah yang merasakan manfaatnya. Dengan demikian, pendidikan nasional dapat semakin maju dan adaptif terhadap tantangan zaman.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *